Kesultanan Sumbawa merupakan kerajaan Islam yang sudah ada di Pulau Sumbawa sejak abad 17. Setelah kemerdekaan Indonesia Kesultanan Sumbawa kehilangan posisi politiknya. Meskipun saat ini status Kesultanan masih dilindungi secara konteks kebudayaan, namun derasnya arus nasionalisasi cukup mempengaruhi kebudayaan di Sumbawa yang kian lama kian tergerus. Sebagai contoh banyaknya situs-situs peninggalan, dan tradisi-tradisi mulai ditinggalkan.
Melalui praktik video game, MIVUBI mencoba merekonstruksi Sumbawa. Tidak hanya secara topografi, arsitektur, dan ikonografi. Rekonstruksi dibangun juga melalui pendekatan kultural. Terdapat 3 ikon rekonstruki arsitektur, Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Puti. Pada masing-masing bangunan terdapat pilihan permainan yang mengajak kita merefleksikan beberapa peristiwa yang pernah ada, salah satunya letusan Gunung Tambora.
Tana Samawa memiliki arti Tanah Sumbawa, istilah ini biasa diucapkan oleh penduduk asli Sumbawa sebagai rasa kepemilikan atas tanah airnya. Selain sebagai ruang alternatif rekreasi dan distribusi pengetahuan, server ini juga merupakan ruang alternatif kampung halaman bagi masyarakat Sumbawa.
*Karya ini merupakan hasil karya melalui proses residensi di Sumbawa yang didukung oleh Yayasan Biennale Jogja dengan Museum Bala Datu Ranga. Hasil karya ini dipamerkan perhelatan Biennale Jogja 18 “Kawruh”, di Museum Benteng Vredeburg, 5 Oktober - 20 November 2025.
Awarding
- 50 Besar Budaya GO!
- Lomba Inovasi Daerah (LIDA) 2025 Kabupaten Sumbawa (berkolaborasi dengan Museum Bala Datu Ranga)
